1000 Manager akan di PHK Ekonomi yang buruk 2025 dan pertanyaan Digitalisasi

Badai PHK dan digital Bangking

Teknologi dapat membantu peranan dan bahkan mengurangi jumlah pekerjaan manusia 

Penulis : Akhmad KR 

 Forbes mendefinisikan digital banking sebagai layanan dan produk yang dapat diakses oleh nasabah kapan pun dan di mana pun karena berbasis internet dan digital. Beberapa bentuk layanan digital yang saat ini marak berkembang di antaranya m-banking, hingga ATM setor tunai.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebut perkembangan layanan digital itu berakibat pada berkurangnya kebutuhan tenaga kerja di kantor cabang. Pihak bank pun akhirnya memilih memangkas pegawainya untuk efisiensi.¹ Puncak gelombang PHK terutama terjadi pada bulan Oktober 2023, ketika 45.576 orang terpaksa kehilangan pekerjaannya.²

“Berdasarkan data yang dimiliki Jarkom SP Perbankan, sudah ada 50.000 karyawan bank yang kena PHK. Arus PHK sudah ter­jadi sejak 2016. Digitali­sasi produk dan layanan keuangan dikhawatiran menjadi ancaman ge­lombang PHK massal terjadi di sektor perbankan. Sudah mulai keluar kebi­jakan-kebijakan yang mengancam peker­jaan para pekerja akibat cepatnya per­kem­bangan teknologi di bank, perbankan tak lagi harus banyak kantor cabang dan mempekerjakan banyak karyawan, an­caman ini sudah dimulai dengan sen­tralisasi unit dan fungsi kerja di cabang ke kantor pusat, pengembangan tekno­logi perbankan, artificial intelligence (AI) dan lain seba­gainya,³ artinya pekerjaan karyawan bank akan semakin terkikis, diakuisi oleh aplikasi. Elektronifikasi dan digitalisasi tak terben­dung lagi. Sebab selain ber­man­faat bagi efi­siensi industri, juga jadi opsi primer na­sabah yang tidak mau ribet menguras waktu dan energi ke kantor-kantor cabang, antre berjam-jam.

Bank ingin mengedepankan efisiensi dengan menekan biaya operasional. Digitalisasi memang bertabur kenyamanan, tapi ada konsekuensi yang harus dibayar untuk itu. Dan kini, giliran para karyawan bank yang siap-siap membayar dampak di­gitalisasi di sektor perbankan.Sebelum pandemi COVID-19, jumlah pegawai bank sesungguhnya sudah berkurang sejak 2015. Jumlah pegawai bank umum pada 2014 masih sebesar 489.454 orang, mulai menyusut setiap tahunnya sejak 2015. Selama sembilan tahun 2014-2023 terjadi pemangkasan tenaga kerja di bank umum sebanyak 48.309 orang.⁴ Bank yang paling getol memangkas jumlah karyawannya pada periode tersebut adalah Bank Danamon yang berkurang 34.623 orang. Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang merupakan bank dengan jumlah karyawan terbesar, tenaga kerjanya berkurang 13.625 orang.

Pengurangan karyawan juga terjadi di bank-bank besar lain seperti Bank BTPN sebanyak 7.878 orang, Bank CIMB Niaga sebanyak 3.887 orang, Bank Maybank Indonesia sebanyak 1.702, dan PermataBank sebanyak 1.305 orang.

Sementara di pihak buruh 

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI), Elly Rosita, menyebut sejak UU Cipta Kerja disahkan pada tahun 2020, belum ada pembukaan pabrik baru yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja.

"Jadi di mana lapangan pekerjaan yang pemerintah janjikan?"⁵

Sebelumnya Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah PHK dari Januari hingga akhir Agustus mencapai 46.240 pekerja. Meski ada tren kenaikan, tapi Kemnaker berharap angka PHK tidak lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 64.000. "Fenomena perusahaan mem-PHK banyak orang pekerjanya itu terjadi. Setelah disahkan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, semakin banyak terjadi. Makin bertambah perusahaan-perusahaan itu mem-PHK,"PHK Kian Marak Usai UU Cipta Kerja Disahkan, Aspek Soroti Sejumlah Modus Perusahaan.Aspek Indonesia juga sempat melakukan penelusuran terhadap para karyawan korban PHK. Hasilnya, mereka yang terkena PHK adalah karyawan lama, dengan masa kerja lebih dari 10 tahun.Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan dua tahun lalu disebut oleh sejumlah pengamat "memperburuk situasi" karena "lebih tidak berpihak kepada para pekerja" dan "mempermudah PHK".


Menurut catatan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), lebih dari 17.000 buruh di-PHK sejak UU Ciptaker disahkan, mayoritas secara sepihak.⁷

Video karyawan yang di PHK 



Refrensi sumber terkait

  1. Duh! M Banking-ATM Setor Tunai Diduga Picu PHK di Perbankan RI https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/news/20240913095611-4-571582/duh-m-banking-atm-setor-tunai-diduga-picu-phk-di-perbankan-ri/amp
  2. Tak Cuma Tekstil, Badai PHK Juga Hantam Perbankan https://www.google.com/amp/s/www.cnbcindonesia.com/news/20240913055433-4-571503/tak-cuma-tekstil-badai-phk-juga-hantam-perbankan/amp
  3. Disrupsi Digital, Badai PHK Ancam Perbankan https://analisadaily.com/berita/arsip/2019/3/27/713839/disrupsi-digital-badai-phk-ancam-perbankan/
  4. Badai PHK, Pegawai Bank Berkurang Hampir 50.000 Sejak 2014 https://www.google.com/amp/s/infobanknews.com/badai-phk-pegawai-bank-berkurang-hampir-50-000-sejak-2014/amp/
  5. Gelombang PHK diperkirakan tembus 70.000 pekerja, serikat buruh bertanya 'Mana lapangan pekerjaan yang dijanjikan pemerintah?'https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/articles/c36ngdn0809o.amp
  6. PHK Kian Marak Usai UU Cipta Kerja Disahkan, Aspek Soroti Sejumlah Modus Perusahaan https://www.tempo.co/ekonomi/phk-kian-marak-usai-uu-cipta-kerja-disahkan-aspek-soroti-sejumlah-modus-perusahaan--94523
  7. Saya merasa nggak ada jaminan kepastian kerja' - UU Ciptaker dituduh 'mempermudah' PHK sepihak https://www.google.com/amp/s/www.bbc.com/indonesia/articles/cn0xrzlr2d9o.amp

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hantu dikota Kalimantan yang membuat kau tidur nyenyak atau tidak ....semua ramah kok

Bantuan Langit cryptorency hammas

Perang dunia ke 3 di Laut Cina selatan