Bantuan Langit cryptorency hammas


Dana Hammas dari Pengusaha Palestina lewat blockchain cryptorency 





Kelompok Hamas dan Hizbullah diketahui lebih menyukai menggunakan blockchain Tron dibanding Bitcoin, karena jaringan tersebut dianggap lebih mudah dan cepat.



Penulis berita : Akhmad Kurniadi R


Menurut penelitian Reuters, kelompok-kelompok tersebut mulai beralih untuk melakukan transfer kripto mereka ke Tron, hal ini dibuktikan dengan banyaknya wallet Tron yang disita oleh badan-badan keamanan Israel baru-baru ini.Crypto sebagian besar beroperasi di luar sistem keuangan tradisional dan alamat dompet menggunakan nama samaran, sehingga membuat orang-orang di balik transaksi sulit dilacak.Pernyataan Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan AS, Brian Nelson bertentangan dengan narasi sebelumnya yang melebih-lebihkan peran kripto dalam aktivitas ilegal terkait pendanaan teroris. Sehingga pemerintah Israel mengumumkan bahwa penegakan hukum telah membekukan ratusan akun kriptokurensi yang terkait dengan organisasi teroris yang ditetapkan, Hamas. Diketahui bahwa Hamas menggunakan crypto sebagai sumber dana operasionalnya.¹ Hamas, kelompok militan Palestina, telah memanfaatkan jaringan pendanaan global untuk mendukung operasi mereka, dengan menggunakan crypto sebagai salah satu metodenya. Teknologi ini memungkinkan mereka untuk menghindari sanksi dan pengawasan ketat dari sistem keuangan tradisional



Analisis dari Elliptic, sebuah platform analitik blockchain, menunjukkan bahwa Hamas menerima sekitar US$41 juta dalam bentuk kripto dari Agustus 2021 hingga Juni 2023. Sementara itu, PIJ menerima sekitar US$93 juta dalam periode yang sama.² Tindakan bersama yang dllakukan secara lintas batas itu juga menunjuk pengusaha Palestina, Zuhair Shamlakh, dan tiga anggota keluarganya yang diduga bertindak sebagai fasilitator keuangan utama Hamas.³


Pada bulan Maret 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan penyitaan mata uang kripto senilai $201.400 yang terkait dengan Hamas. Di balik langkah spektakuler ini terdapat masalah yang jauh lebih luas daripada sekadar penyitaan aset. Di antara peningkatan regulasi dan mitos yang harus dibongkar, kasus ini menimbulkan pertanyaan penting tentang masa depan pendanaan teroris di era digital.


Apakah Kripto tidak bisa dilacak? Bisa, tapi tidak selalu. Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum membuat catatan transaksi publik yang permanen. Artinya, dapat dilihat dana apa saja yang masuk dan keluar dari alamat dompet, dan dompet mana yang berinteraksi dengannya.


Sulit memang bagi pihak luar untuk mengidentifikasi transaksi di blockchain, namun perusahaan analisis blockchain memiliki alat untuk melacak dana.


Untuk menghubungkan aliran ini dengan seseorang atau kelompok, peneliti mengandalkan informasi yang tidak dicatat oleh blockchain.


Pertukaran kripto dapat mencatat alamat mana yang dimiliki oleh pelanggan dan polisi yang dapat membuka kedok orang-orang di balik transaksi tersebut.


Pengguna mata uang kripto dapat semakin mengaburkan jejak mereka dengan memindahkan dana ke bursa atau perusahaan lain yang membuat dana tersebut sulit dibedakan dari aset pelanggan lain.Transaksi kripto biasanya dicatat pada buku besar publik yang disebut "blockchain". ⁴




Refrensi 

  1. Ketika Hamas Mengandalkan Crypto
  2. Hamas Terima US$41 Juta dalam Kripto Sejak 2021
  3. Seorang Pengusaha Palestina Disebut Jadi Fasilitator sejak 2017
  4. Akun Kripto Terkait Hamas Jadi Bahan Bakar Kritik Industri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hantu dikota Kalimantan yang membuat kau tidur nyenyak atau tidak ....semua ramah kok

Perang dunia ke 3 di Laut Cina selatan